1. Meningkatkan kepercayaan diri sendiri
Anak
belajar dari hal-hal yang dilihatnya, bahkan termasuk sifat-sifat
tertentu seperti kemarahan dan rasa takut. Jika Anda memiliki
kepercayaan diri yang rendah, anak juga dapat tumbuh menjadi seseorang
yang kurang percaya diri.
Oleh karena itu, mulailah membangun
kepercayaan diri anak dari diri Anda sendiri. Buatlah daftar kekurangan
dan kelebihan yang Anda miliki dan cobalah untuk tidak terlalu
memikirkan kekurangan tersebut dengan memaksimalkan kelebihan yang dapat
menjadi kekuatan Anda.
2. Menjadi cermin yang positif bagi anak
Seorang
anak tidak hanya mendapatkan citra diri dari apa yang dipikirkan
tentang dirinya sendiri saja, tetapi juga bagaimana ia memandang dirinya
melalui sudut pandang orang lain. Hal ini terutama berlaku bagi
anak-anak prasekolah yang belajar tentang diri sendiri sebagian besar
dari reaksi orangtuanya.
Sehingga Anda perlu menjadi cerminan
yang positif bagi anak Anda. Anak mungkin dapat mengartikan bahwa Anda
tidak menyukainya jika ekspresi muka Anda gelisah sepanjang waktu, oleh
karena itu segera atasi stres agar tidak disalah artikan oleh anak.
3. Berhati-hati dalam menyampaikan kata-kata
Anak
juga perlu mendapatkan teguran atas kesalahannya, tetapi hal tersebut
jangan disampaikan dengan kata-kata yang berlebihan. Berpikirlah sebelum
Anda berbicara dan pilihlah kata-kata dengan hati-hati agar tidak
menyakiti perasaannya hingga membuatnya minder.
Anda cukup
menunjukkan kesalahannya dan memintanya untuk tidak mengulangi lagi.
Semarah apapun Anda, jangan pernah mengatakan hal-hal kasar seperti Anda
tidak mencintainya atau menyesal telah melahirkannya.
4. Luangkan waktu Anda untuk bermain bersama anak
Anak
membutuhkan dukungan dan perhatian dari orangtuanya. Jika Anda memiliki
lebih banyak waktu untuk menemani anak bermain, Anda dapat memberikan
lebih banyak masukan dan pujian kepada anak atas apa yang dilakukannya.
Hal ini dapat memudahkan anak mengenali citra dirinya dan dapat memupuk rasa percaya diri.
5. Membantu anak mengembangkan bakat dan keterampilan baru
Prestasi
adalah pembangkit rasa percaya diri yang sangat besar. Cari tahu bakat
dan hobi anak Anda, kemudian dukunglah dirinya dalam mengembangkan
bakatnya. Misalnya, jika anak memiliki bakat menyanyi, Anda mungkin
dapat menyediakan alat karaoke atau memotivasi anak untuk bergabung
dalam les vokal.
Anak akan semakin percaya diri ketika memperoleh
prestasi dari bakat atau kemampuan akademis lainnya. Tetapi ajarkan
pula tentang kegagalan pada anak agar dirinya tidak terlalu kecewa dan
minder ketika mengalami kegagalan.
6. Hargai prestasi anak
Anda
dapat menghargai prestasi anak dengan memberikan pujian atau memasang
hasil karyanya di rumah. Anda dapat membingkai hasil lukisan anak dan
memasangnya di ruang keluarga agar anak bangga akan prestasinya dan
semakin percaya diri.
7. Biarkan anak memilih teman-temannya sendiri
Anak
yang percaya diri tidak akan mengalami kesulitan dalam bergaul dengan
orang lain, sehingga biarkan dirinya memilih teman-temannya sendiri. Hal
ini juga menjadi salah satu sarana pembelajaran agar anak tidak minder.
Anda cukup mengontrol pergaulan anak, jangan sampai dirinya bergaul
dengan anak yang berkelakuan negatif seperti merokok dan sebagainya.
http://health.detik.com/read/2013/03/27/093205/2204781/1301/7-cara-ini-bisa-membangun-rasa-percaya-diri-anak
bagus bagus..., buat referensi
BalasHapusPD adalah kunci kesuksesan kita...
BalasHapusbaguss jadi tambah ilmuu
BalasHapustingkatkan PD
BalasHapusPD KU lefel berapa....
BalasHapusaku belum percaya diri
BalasHapusbagus wat tambah tambah ilmu .............
BalasHapusAgar lebih PD, tambah tambah pengetahuan.....
BalasHapusbagus menambah wawasan kita agar lbih PD.....
BalasHapuspersiapan menjadi ortu...
BalasHapusharus lebih PD lg yg pnting jngn ke PDan
BalasHapussiiippppp..
BalasHapusmeningkatkan rasa pd agar nilai bagus.....
BalasHapus