Minggu, 12 Mei 2013

DAMPAK DAN PENYEBAB GLOBAL WARMING

Penyebab dan Dampak Global Warming. Salah satu masalah terbesar yang kita hadapi sekarang adalah pemanasan global. Dampaknya pada hewan dan pertanian memang mengkuatirkan, terlebih lagi pada populasi manusia - sangat menakutkan. Fakta-fakta tentang pemanasan global sering diperdebatkan dalam politik dan media. Sayangnya, tidak semua pihak sepakat tentang penyebab global warming, meskipun  pemanasan global merupakan fakta, terjadi secara global, dan terukur. Berikut ini ada 10 penyebab dan dampak yang timbul akibat pemanasan global.



1. Penyebab global warming: Emisi karbon dioksida dari pembakaran bahan bakar fosil pembangkit listrik.
Penggunaan listrik yang semakin meningkat yang dipasok dari pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang melepaskan sejumlah besar karbon dioksida ke atmosfer. Di Amerika Serikat, sekitar 40% emisi CO2 diakibatkan oleh produksi listrik dan 93 persen diantaranya berasal dari emisi pembakaran batubara pada industri .

Setiap hari,  pasar semakin banyak dibanjiri gadget atau peralatan elektronik yang penggunaannya membutuhkan daya listrik, padahal tidak didukung oleh energi alternatif. Dengan demikian kita akan semakintergantung pada pembakaran batu bara untuk memasok kebutuhan listrik di seluruh dunia.


2. Penyebab Global Warming: Emisi karbon dioksida dari pembakaran bensin pada kendaraan.
Kendaraan yang kita pakai adalah sumber penghasil emisi sekitar 33%  yang berdampak terhadap pemanasan global. Dengan pertambahan jumlah penduduk yang tumbuh pada tingkat yang mengkhawatirkan, tentu saja akan meningkatkan permintaan akan kendaraan yang lebih banyak lagi, yang berarti penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi dan pabrik akan semakin besar. Sementara, konsumsi terhadap bahan bakar fosil jauh melampaui penemuan terhadap cara untuk mengurangi dampak emisi. Sudah saatnya kita meninggalkan budaya konsumtif.

3. Penyebab Global Warming: Emisi metana dari peternakan dan dasar laut Kutub Utara.
Metana merupakan gas rumah kaca yang sangat kuat setelah CO2. Bila bahan organik diurai oleh bakteri pada kondisi kekurangan oksigen (dekomposisi anaerobik), maka metana akan dihasilkan. Proses ini juga terjadi pada usus hewan herbivora, dan dengan meningkatnya jumlah produksi ternak terkonsentrasi, tingkat metana yang dilepaskan ke atmosfer akan meningkat.

Sumber metana lainnya adalah metana klatrat, suatu senyawa yang mengandung sejumlah besar metana yang terperangkap dalam struktur bongkahan es. Apabila metana keluar dari dasar laut Kutub Utara, maka tingkat pemanasan global akan meningkat secara signifikan.

4. Penyebab Global Warming: Deforestasi, terutama hutan tropis untuk kayu, pulp, dan lahan pertanian.
Penggunaan hutan untuk bahan bakar (baik kayu dan arang) merupakan salah satu penyebab deforestasi. Di seluruh dunia pemakaian produk kayu dan kertas semakin meningkat, kebutuhan akan lahan ternak semakin meningkat untuk pemasok daging dan susu, dan penggunaan lahan hutan tropis untuk komoditas seperti perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab utama terhadap deforestasi dunia. Penebangan hutan akan mengakibatkan pelepasan karbon dalam jumlah besar ke atmosfir.


5. Penyebab Global Warming: Peningkatan penggunaan pupuk kimia pada lahan pertanian.
Pada pertengahan abad ke-20, penggunaan pupuk kimia (yang sebelumnya penggunaan pupuk kandang) telah meningkat secara dramatis. Tingginya tingkat penggunaan pupuk yang kaya nitrogen memiliki efek pada penyimpanan panas dari lahan pertanian (oksida nitrogen memiliki kapasitas 300 kali lebih panas- per unit volume dari karbon dioksida) dan kelebihan limpasan pupuk menciptakan 'zona-mati' di laut. Selain efek ini, tingkat nitrat yang tinggi dalam air tanah karena pemupukan yang berlebihan berdampak terhadap kesehatan manusia yang cukup memprihatinkan.

6. Dampak Global Warming: Kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia.
Para ilmuwan memprediksi kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia karena mencairnya dua lapisan es raksasa di Antartika dan Greenland, terutama di pantai timur AS. Diperkirakan banyak negara di seluruh dunia akan mengalami dampak naiknya permukaan air laut, yang bisa memaksa jutaan orang untuk mencari pemukiman baru. Maladewa adalah salah satu negara yang perlu mencari rumah baru akibat naiknya permukaan laut. Bagaimana dengan Indonesia?

7. Dampak Global Warming : Korban akibat topan badai yang semakin meningkat.
Tingkat keparahan badai seperti angin topan dan badai semakin meningkat, dan penelitian yang dipublikasikan dalam Nature mengatakan:
"Para ilmuwan menunjukkan bukti yang kuat bahwa pemanasan global secara signifikan akan meningkatkan intensitas badai yang paling ekstrim di seluruh dunia. Kecepatan angin maksimum dari siklon tropis terkuat meningkat secara signifikan sejak tahun 1981. Hal tersebut diperkirakan didorong oleh suhu air laut yang semakin naik, dan diperkirakan tidak mungkin mengalami penurunan dalam waktu dekat. "


8. Dampak Global Warming: Gagal panen besar-besaran.
Menurut penelitian terbaru, sekitar 3 miliar orang di seluruh dunia harus memilih untuk pindah ke wilayah  beriklim sedang karena kemungkinan adanya ancaman kelaparan akibat perubahan iklim dalam 100 tahun.

Perubahan iklim ini diramalkan memiliki dampak yang paling parah pada pasokan air. Kekurangan air di masa depan kemungkinan akan mengancam produksi pangan, mengurangi sanitasi, menghambat pembangunan ekonomi dan kerusakan ekosistem. Hal ini menyebabkan perubahan suasana lebih ekstrim antara banjir dan kekeringan. Lebih lanjut, menurut Guardian,…pemanasan global menyebabkan 300.000 kematian per tahun.

9. Dampak global warming: Kepunahan sejumlah besar spesies.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Nature, peningkatan suhu dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. Dan karena kita tidak bisa hidup sendirian tanpa ragam populasi spesies di bumi, ini akan membawa dampak buruk bagi manusia.

"Perubahan iklim sekarang ini setidaknya sama besarnya dengan ancaman terhadap jumlah spesies yang masih hidup di Bumi akibat  penghancuran dan perubahan habitat", demikian pendapat Chris Thomas, seorang staff konservasi biologi dari University of Leeds.


10. Dampak global warming:  Hilangnya terumbu karang.
Sebuah laporan tentang terumbu karang dari WWF mengatakan bahwa dalam skenario terburuk, populasi karang akan runtuh pada tahun 2100 karena suhu dan keasaman laut meningkat. 'Pemutihan' karang akibat kenaikan suhu laut yang terus-menerus sangat berbahaya bagi ekosistem laut, dan banyak spesies lainnya di lautan bergantung pada terumbu karang untuk kelangsungan hidup mereka.

"Meskipun luasnya lautan 71 persen dari permukaan bumi dengan kedalaman rata-rata hampir 4 km,  ada indikasi bahwa hal  ini mendekati titik kritis. Bagi terumbu karang, pemanasan dan pengasaman air mengancam hilangnya ekosistem global. Jadi diperlukan upaya yang besar untuk menyelamatkan terumbu karang dari kepunahan.

 http://www.tipsmu-tipsku.com/2012/02/penyebab-dan-dampak-global-warming.html

Sabtu, 11 Mei 2013

AKIBAT PERGAULAN BEBAS

Pergaulan bebas biasanya dilakukan oleh anak remaja yang dalam masa pertumbuhan dan ingin tahu. Karena masa remaja adalah masa yang paling indah, disitu kita masih mencari jati diri kita. Tetapi dimasa itu banyak remaja yang salah langkah, akibat bergaul yang diluar batas sehingga menimpa dampak buruk para mereka seperti hamil duluan, overdoses akibat narkoba, terkena penyakit HIV /AIDS.
Akibat Pergaulan Bebas 300x240 Akibat Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas sekarang suka mulai ke tingkat bawah dan berkembang di anak SMA dan SMP. Di setiap SMA di indonesia sudah 40 % muridnya tidak virgin lagi, dan 20 % untuk anak SMP. Semua itu terjadi karena pergaulan bebas dan dunia internet dan ponsel yang dengan gampang menyimpan film biru sehingga membuat anak anak tersebut penasaran untuk meniru adegan tersebut
Kalau disimpulkan berikut ini adalah dampak akibat pergaulan bebas
1. Terserang Penyakit HIV / AIDS
Itu dikarenakan melakukan hubungan gonta ganti pasangan yang tidak menggunakan alat pengaman, sebagai akibat rasa ingin tahu atau mungkin masalah ekonomi
2. Hamil di Luar Nikah
Dikarenakan kurang pengetahuan masalah seksologi para remaja melakukan tanpa memikirkan resiko yang terjadi hanya untuk mencari tahu bagaimana rasanya berhubungan badan yang di akibatkan menonton film biru
3. Ketergantungan Obat
Indonesia sekarang semakin buruk, karena banyak kasus obat obatan terlarang yang menjadikan berita di televisi. Bila kita sudah terkontaminasi dengan obat, bila tidak membeli akan sakit dan itu menguras uang akibatnya bila tidak punya uang, kita akan mencuri atau melakukan tindakan kriminal untuk mendapatkan obat tersebut. Dan akibat paling buruk adalah overdosis, atau kelebihan kita menggunakan obat sehingga membuat kita meninggal.
4. Aborsi
Diakibatkan sering melakukan hubungan badan akan berakibat kita hamil di luar nikah. Bila itu terjadi pasti akan membuat remaja bingung, karena belum waktunya untuk menikah dan jeleknya kejadian itu tidak diketahui oleh orang tua, sehingga jalan terbaik adalah melakukan aborsi untuk menutupi mati pada orang tua dan masyarakat. Dan resiko yang paling parah bila aborsi dilakukan tidak sesuai dengan prosedur berakibat kematian
5. Tawuran Remaja
Mungkin kita tiap hari melihat di televisi tentang berita tawuran antar pelajar yang meresahkan masyarakat. Sampai diadakan sweeping oleh pihak kepolisian kepada pelajar. Semua itu akibat pergaulan bebas yang membuat emosi tinggi dan berakibat pada tawuran
Masih banyak lagi akibat pergaulan bebas yang bisa kita ambil, tetapi dari keterangan diatas itu paling menonjol dan meresahkan masyarakat. Bagaimana nasib negara kita bila para pelajar salah dalam bergaul. Tingkat kriminalitas akan meningkat diakibatkan pergaulan yang salah tersebut. Untuk itu kita harus sadar bila semua itu salah, dan didik anak kita menjadi yang benar. Semua itu tergantung pada diri kita sendiri bagaimana menyikapi hal tersebut, bila kita bisa menjaga dan bergaul dengan benar maka kejadian diatas tidak akan terjadi.

http://kopihijau.info/akibat-pergaulan-bebas/

Jumat, 10 Mei 2013

7 Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri

1. Meningkatkan kepercayaan diri sendiri
Anak belajar dari hal-hal yang dilihatnya, bahkan termasuk sifat-sifat tertentu seperti kemarahan dan rasa takut. Jika Anda memiliki kepercayaan diri yang rendah, anak juga dapat tumbuh menjadi seseorang yang kurang percaya diri.

Oleh karena itu, mulailah membangun kepercayaan diri anak dari diri Anda sendiri. Buatlah daftar kekurangan dan kelebihan yang Anda miliki dan cobalah untuk tidak terlalu memikirkan kekurangan tersebut dengan memaksimalkan kelebihan yang dapat menjadi kekuatan Anda.

2. Menjadi cermin yang positif bagi anak
Seorang anak tidak hanya mendapatkan citra diri dari apa yang dipikirkan tentang dirinya sendiri saja, tetapi juga bagaimana ia memandang dirinya melalui sudut pandang orang lain. Hal ini terutama berlaku bagi anak-anak prasekolah yang belajar tentang diri sendiri sebagian besar dari reaksi orangtuanya.

Sehingga Anda perlu menjadi cerminan yang positif bagi anak Anda. Anak mungkin dapat mengartikan bahwa Anda tidak menyukainya jika ekspresi muka Anda gelisah sepanjang waktu, oleh karena itu segera atasi stres agar tidak disalah artikan oleh anak.

3. Berhati-hati dalam menyampaikan kata-kata
Anak juga perlu mendapatkan teguran atas kesalahannya, tetapi hal tersebut jangan disampaikan dengan kata-kata yang berlebihan. Berpikirlah sebelum Anda berbicara dan pilihlah kata-kata dengan hati-hati agar tidak menyakiti perasaannya hingga membuatnya minder.

Anda cukup menunjukkan kesalahannya dan memintanya untuk tidak mengulangi lagi. Semarah apapun Anda, jangan pernah mengatakan hal-hal kasar seperti Anda tidak mencintainya atau menyesal telah melahirkannya.

4. Luangkan waktu Anda untuk bermain bersama anak
Anak membutuhkan dukungan dan perhatian dari orangtuanya. Jika Anda memiliki lebih banyak waktu untuk menemani anak bermain, Anda dapat memberikan lebih banyak masukan dan pujian kepada anak atas apa yang dilakukannya.

Hal ini dapat memudahkan anak mengenali citra dirinya dan dapat memupuk rasa percaya diri.

5. Membantu anak mengembangkan bakat dan keterampilan baru
Prestasi adalah pembangkit rasa percaya diri yang sangat besar. Cari tahu bakat dan hobi anak Anda, kemudian dukunglah dirinya dalam mengembangkan bakatnya. Misalnya, jika anak memiliki bakat menyanyi, Anda mungkin dapat menyediakan alat karaoke atau memotivasi anak untuk bergabung dalam les vokal.

Anak akan semakin percaya diri ketika memperoleh prestasi dari bakat atau kemampuan akademis lainnya. Tetapi ajarkan pula tentang kegagalan pada anak agar dirinya tidak terlalu kecewa dan minder ketika mengalami kegagalan.

6. Hargai prestasi anak
Anda dapat menghargai prestasi anak dengan memberikan pujian atau memasang hasil karyanya di rumah. Anda dapat membingkai hasil lukisan anak dan memasangnya di ruang keluarga agar anak bangga akan prestasinya dan semakin percaya diri.

7. Biarkan anak memilih teman-temannya sendiri
Anak yang percaya diri tidak akan mengalami kesulitan dalam bergaul dengan orang lain, sehingga biarkan dirinya memilih teman-temannya sendiri. Hal ini juga menjadi salah satu sarana pembelajaran agar anak tidak minder. Anda cukup mengontrol pergaulan anak, jangan sampai dirinya bergaul dengan anak yang berkelakuan negatif seperti merokok dan sebagainya.
http://health.detik.com/read/2013/03/27/093205/2204781/1301/7-cara-ini-bisa-membangun-rasa-percaya-diri-anak

Kamis, 09 Mei 2013

solusi untuk mengurangi tawuran antar pelajar

  1. Para Siswa wajib diajarkan dan memahami bahwa semua permasalahan tidak akan selesai jika penyelesaiannya dengan menggunakan kekerasan.
  2. Lakukan komunikasi dan pendekatan secara khusus kepada para pelajar untuk mengajarkan cinta kasih.
  3. Pengajaran ilmu beladiri yang mempunyai prinsip penggunaan untuk menyelamatkan orang dan bukan untuk menyakiti orang lain.
  4. Ajarkan ilmu sosial Budaya, ilmu sosial budaya sangat bermanfaat untuk pelajar khususnya, yaitu agar tidak salah menempatkan diri di lingkungan masyarakat.
  5. Bagi para orang tua, mulailah belajar jadi sahabat anak-anaknya. Jangan jadi polisi, hakim atau orang asing dimata anak. Hal ini sangat penting untuk memasuki dunia mereka dan mengetahui apa yang sedang mereka pikirkan atau rasakan. Jadi kalau ada masalah dalam kehidupan mereka orang tua bisa segera ikut menyelesaikan dengan bijak dan dewasa.
  6. Bagi para Polisi dan aparat keamanan, jangan segan dan aneh untuk dekat dengan para pelajar secara profesional, khususnya yang bermasalah-bermasalah itu. Lebih baik tidak menggunakan acara-acara formal dalam pendekatan ini, melainkan masuk dengan cara santai dan rileks. Upama ketika para pelajar ini cangkrukkan atau kumpul-kumpul, ikutlah kumpul dengan mereka secara kekeluargaan dan gaul, sehingga mereka akan merasa ada kepedulian dari negara atas masalah mereka. Aparat Polisi dan keamanan yang gaul dan bisa mereka terima akan menjadi kode bahwa negara memperhatikan generasi ‘lupa diri’ ini untuk kembali menjadi ingat bahwa tak ada alasan yang cukup kuat bagi mereka menggelar tawuran.
  7. Pada awal masuk sekolah, sebagian pelajar yang tawuran ini sebenarnya jarang yang saling kenal. Jika kemudian mereka menjadi beringas dengan orang yang sama sekali sebelumnya tak dikenal, karena ada kata-kata, dendam, slogan, pemikiran, hasutan dan sejenisnya yang masuk kepada mereka dari senior atau orang luar tentang kejelekan sesama pelajar yang akhirnya jadi musuh. Inilah bahaya mulut, otak dan hati yang harus dibersihkan kemudian diluruskan. Tak mungkin clurit berbicara jika ketiga unsur tadi tidak rusak sebelumnya. Razia terhadap benda-benda tajam itu mungkin efektif dalam masa pendek, namun untuk jangka panjang perlu dirumuskan bagaimana melakukan brainwash kepada para pelajar ini agar kembali ke jalan yang benar.
  8. Buat sekolah khusus dalam lingkungan penuh disiplin dan ketertiban bagi mereka yang terlibat tawuran. Ini adalah cara memutus tali dendam dan masalah dalam dunia pelajar kita. Jadi siapapun dan dari sekolah manapun yang terlibat tawuran, segera tangkap dan masukkan dalam sekolah khusus yang memiliki kurikulum khusus bagi mereka. Dengan jalan tersebut, setidaknya teman atau adik kelas mereka tak akan lagi terpengaruh oleh ide-ide gila anak-anak yang suka tawuran ini. Tentu semua hal tersebut harus didukung penuh oleh pemerintah dan semua pihak karena biaya dan tenaga yang dibutuhkan awalnya akan sangat besar. Tapi apalah artinya semua itu jika akhirnya kita akan menemukan kedamaian dalam dunia pendidikan kita.
  9. Perbanyaklah Kegiatan Ekstrakulikuler di Sekolah. Kegiatan yang biasa dilakukan sehabis selesai KBM dapat mencegah sang pelajar dari kegiatan-kegiatan yang negatif. Misalkan ekskul futsal, setelah selesai futsal pelajar pasti kelelahan sehingga tidak ada waktu untuk keluyuran malam atau hang out dengan teman lainnya.
  10. Pengembangan bakat dan minat pelajar. Setiap sekolah perlu mengkaji salah satu metode ini, sebagai acuan sekolah dalam mengarahkan mereka sesuai dengan keinginan mereka sendiri dan tentunya orangtua pun menyetujuinya. Penelusuran bakat dan minat bisa mengarahkan potensi dan bakat mereka yang terpendam.
  11. Pendidikan Agama dari sejak dini. Sangat penting sekali karena apabila seorang pelajar memiliki basic agama yang baik tentunya bisa mencegah pelajar tersebut untuk berbuat yang tidak terpuji karena mereka mengetahui akibatnya dari perbuatan tersebut. Agama harus ditanamkan sejak dini, banyak sekolah-sekolah atau madrasah yang bisa menjadi referensi pendidikan seorang anak dan biasanya mulai KBMnya siang setelah selesai sekolah dasar. Dasar agama yang kuat membuat seorang pelajar memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.
  12. Boarding School (Sekolah berasrama). Bisa menjadi salah satu alternatif mencegah pelajar dari tawuran. Biasanya di sekolah ini, waktu belajar lebih lama dari sekolah umum. Ada yang sampai jam 4 sore, setelah maghrib ngaji atau pelajaran agama. Selesai isya pelajar biasanya pergi ke perpustakaan untuk belajar atau mengerjakan tugas. Jam 8 malam, pelajar baru bisa istirahat atau lainnya. Sekolah ini sangat efektif menurut saya, pelajar tidak ada waktu untuk berinteraksi dengan dunia luar karena kesibukan mereka. Interaksi ada namun hanya satu kali dalam seminggu.
 Sumber
http://www.pramukamandiri.com/2012/09/5-cara-efektif-mencegah-tawuran-pelajar.html
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/10/11/14202659/KPAI.Tawuran.Pelajar.Orangtua.Perlu.Dihukum
http://afdhalrizqi.wordpress.com/2012/10/22/solusi-mengatasi-permasalahan-tawuran-antar-pelajar-di-indonesia/

TIPS CARA BELAJAR YANG BAIK

1. Ciptakan suasana yang kondusif
 Dalam belajar, kamu harus menciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan tenang untuk belajar. Cara ini merupakan salah satu cara belajar yang baik karena bagaimanapun jika ingin materi yang kamu pelajari itu bener-bener masuk ke otakmu, kamu harus tenang dan dalam keadaan yang nyaman. Sehingga nggak mengganggu konsentrasi. Belajar di luar ruangan mungkin adalah pilihan yang cukup baik, karena selain lebih fresh, kita juga bisa lebih tenang dan nggak penat dalam belajar.

2. Lihat garis besarnya dahulu
Tips cara belajar yang baik dengan melihat garis besar materi. Jika membaca bahan pelajaran yang baru, jangan langsung menceburkan diri kedalamnya. Kamu bisa lebih meningkatkan pemahaman bila melihat sepintas garis besarnya. Lihatlah semua subjudul, keterangan gambar dan ringkasan yang ada. Jik membaca bacaan yang cukup panjang, maka bacalah dahulu kalimat pertama dari setiap paragrafnya.

3. Buatlah catatan intisari dari bahan pelajaran
Tips cara belajar dengan teknik meringkas intisari dari pelajaran. Kalau kamu meringkas materi dari setiap bahan pelajaran ke dalam sebuah catatan kecil, maka akan sangat membantumu mengingat bahan pelajaran itu. Pada saat kamu menulisnya, kamu pasti membaca materinya lagi, bener kan? Itu akan membuatmu cepat hafal materinya. Sebaiknya catatan itu ditulis kedalam buku kecil atau kertas yang bisa dibawa kemana-mana, sehingga bisa dibaca kapan dan dimanapun kamu berada. Tips Cara belajar yang baik bukan?

4. Berlatihlah tehnik kemampuan mengingat
Cara Belajar Yang Baik dengan teknik kemampuan mengingat. Agar lebih mudah kamu ingat sebaiknya materi yang akan kamu hafal itu diubah menjadi sebuah singkatan atau kata kunci (Mnemonics) dengan formulasi yang mudah diingat-ingat. Seperti MeJiKuHiBiNiU untuk singkatan-singkatan dari warna pelangi, yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu. Walaupun kamu jika menghafal langsung dalam 1 minggu sudah lupa, dengan menggunakan mnemonics seperti ini kamu bisa ingat sampai puluhan tahun lamanya.

5. Belajarlah dengan tekun dan rutin.
Tips cara belajar yang baik dan paling ampuh adalah dengan tekun dan rutin. Belajar tepat waktu dan serius juga sangat berpengaruh dalam peningkatan prestasi belajar, apabila kamu jarang belajar maupun  hanya belajar jika akan ada ulangan pasti prestasinya gak akan maksimal. Jadi belajarlah dengan tekun dan rutin selagi ada waktu untuk belajar. Juga jangan belajar dengan tergesa-gesa pada hari terakhir sebelum ulangan, cara belajar yang baik seperti itu hasilnya juga nggak akan maksimal.



http://belajarpsikologi.com/cara-belajar-yang-baik/

TIPS CARA HIDUP SEHAT

Cara hidup sehat adalah merupakan pilihan hidup yang memang harus ditempuh oleh seseorang agar dalam menjalani kehidupan di dunia ini dalam keadaan yang sehat dan menyenangkan. Karena memang pada sebagian orang pola hidup sehat dan juga pengertian akan konsep hidup sehat sering dilupakan dan dilalaikan dan baru menyadari akan pentingnya kesehatan setelah mengalami sakit atau pun penyakit.

Berikut adalah pengertian sehat menurut WHO adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Sehingga konsep sehat ini tidak hanya mencakup akan kesehatan fisik saja akan tetapi menyangkut juga akan kesehatan mental dan juga sosial. Sehingga bila kita menginginkan tubuh yang sehat serta bugar diperlukan tips hidup sehat yang mencakup beberapa hal yang penting dalam sebuah kehidupan manusia.

Kali ini Safiy Hati akan mencoba berbagi hal mengenai pola hidup sehat yang mendukung kita dalam menjalankan aktifitas sehari-hari dan juga bagian dari salah satu cara untuk mensyukuri nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada kita semuanya.

Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat adalah bagaimana kita menjalani kehidupan kita yang sehat. Karena dengan menjalani kehidupan yang sehat akan banyak manfaat yang kita peroleh. Terjauhkan dari sakit, merasakan kehidupan yang menyenangkan dan sebagainya. itulah sedikit yang dimaksud dengan pengertian pola hidup sehat.

Berikut adalah beberapa tips kiat hidup sehat yang bisa kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga kesehatan serta kebugaran tubuh kita dan menghindari berbagai jenis penyakit yang bisa saja menyerang kita :

Melakukan Olahraga Rutin.
Olahraga sangat membantu dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan serta kebugaran tubuh kita. Olahraga juga merupakan bagian dari cara menurunkan berat badan secara alami pula. Bagi para atlit olahraga hal ini merupakan makanan sehari-hari. Tetapi bagi kita yang kesehariannya disibukkan dengan pekerjaan kantor atau pun urusan keluarga meluangkan waktu sedikit paling tidak 30 menit dalam satu hari dan dilakukan paling tidak 3 kali seminggu akan mendukung aktifitas pekerjaan kita dengan baik dengan kebugaran tubuh yang kita dapatkan dari manfaat olahraga ini. Salah satu jenis olahraga yang bisa dilakukan adalah dengan berenang

Menghindari Stress dan Memanajemen Stres dengan Baik.
Stres adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam menjalani kehidupan kita sehati-hari. Stres yang tidak mendapatkan penyaluran akan berdampak negatif pada tubuh kita. Stres juga dapat mengakibatkan banyak penyakit muncul dalam tubuh kita apalagi bila kita tidak bisa memanajemen stres dengan baik. Banyak tanda gejala stress yang harus kita ketahui dan pahami dalam rangka mereduksi akibat stress yang bisa berakibat buruk terhadap kesehatan kita.

Istirahat Tidur Yang Cukup.
Kurang tidur akan berakibat kurang baik bagi kesehatan tubuh. Pada umumnya kebutuhan tidur manusia berkisar antara dalam 6 s/d 8 jam dalam sehari. Sehingga dengan mencukupi kebutuhan tidur dan istirahat yang baik adalah merupakan bagian dari cara kita pol hidup sehat yang bisa kita jalankan. Dampak akibat kurang tidur bisa mengakibatkan kita menjadi kurang konsentrasi,cepat marah, lesu, dan mudah lelah.

Pola Makan Sehat.
Pola makan yang baik dan sehat adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pola gaya hidup sehat. Perbanyaklah makanan sayuran dan buah-buahan yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Jauhilah makanan-makanan cepat saji. Hindari pula berbagai jenis makanan yang kurang baik bagi kesehatan, karena kemungkinan banyak kolesterol yang banyak efek sampingnya bagi kesehatan juga.
http://www.safiyhati.com/2013/04/tips-cara-hidup-sehat.html

NILAI DAN NORMA ISLAM


MAKALAH NILAI DAN NORMA ISLAM


Disusun untuk memenuhi
Tugas Mata Kuliah Pendidikan Agama
Disusun oleh:
Riza Nur Afandi (1111500046)
Kelas:1E
Dosen pengampu:Aris Rofiqi,M.Si


FAKULTAS KEGURUN DAN ILMU PENDIDIKAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2011



KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT.yang telah memberikan nikmat,sehat dan karunia_Nya,sehingga saya dapat menyelesaikan tugas membuat makalah yang berjudul”NILAI DAN NORMA ISLAM”
Dengan penuh kesadaran hati,saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Aris Rofiqi,M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Saya juga berharap semiga makalah ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan pembaca. Dalam kehidupan sehari-hari manusia dalam berinteraksi dipandu oleh nilai-nilai dan dibatasi oleh norma-norma dalam kehidupan social. Norma dan nilai pada awalnya lahir tidak disengaja , karena kebutuhan manusia sebagai makluk social dan harus berinteraksi dengan yang lain menuntut adanya suatu pedoman, pedoman itu lama kelamaan norma-norma tersebut dibuat secara sadar.

















BAB I
PENDAHULUAN
Manuasia adalah makhluk social yang selalu berinteraksi dengan individu lain.Untuk menjaga kelangsungan hidup bermasyarakat diperlukan aturan-aturan yang akan terwujud dalam norma dan nilai.
Setiap masyarakat memiliki seperangkat nilai dan norma yang berbeda sesuai dengan karakteristik masyarakat itu sendiri. Nilai dan norma tersebut akan dujunjung tinggi, diakui dan digunakan sebagai dasar dalam melakukan interaksi dan tindakan sosialnya.
Nilai dan norma tersebut harus dijaga kelestariannya oleh seluruh anggota masyakat agar masyarakat tidak kehilangan pegangan dalam hidup bermasyarakat.
Norma adalah aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku, sikap, dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupannya. Dari sudut pandang umum sampai seberapa jauh tekanan norma diberlakukan oleh masyarakat,norma dapat di bedakan menjadi 5 yaitu,Norma sosial,Norma hukum,Norma sopan santun,Norma agama,dan Norma moral ke limanya(5)  ini sangat bermakna dalam kehidupan kita sehari – hari,dan juga berperan penting dalam mengatur segala sesuatu perundang – undangan di indonesia.Khususnya hukum di Indonesia.

Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh warga. Agar nilai dapat terlaksana maka dibentuklah norma yaitu ketentuan yang berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi. Nilai terdiri dari:
1. nilai material yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia
2. nilai vital yaitu segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk melakukan aktivitas
3. nilai rohani , yaitu segala sesuatu yang berguna bagi pemenuhan kebutuhan rohani. Nilai rohani dibedakan menjadi :
1) Nilai kebenaran dan nilai empiris yaitu nilai yang bersumber dari proses berfikir atau akal manusia
2) Nilai keindahan, yaitu nilai yang bersumber dari unsur rasa manusia
3) Nilai moral, yaitu nilai yang bersumber dari karsa dan etika
4) Nilai religius, yaitu nilai yang berisi keyakinan terhadap Tuhan YME
Fungsi nilai yaitu
1. Alat untuk menentukan harga sosial
2. Mengarahkan masayrakat untuk berfikir dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai yang adal dalam masyarakat
3. Memotivasi atau memberi semangat pada manusia untuk mewujudkan dirinya dalam perilaku sesuai dengan yang diharapkan oleh peran-perannya
4. Alat solidaritas atau pendorong masyarakat untuk saling bekerja sama
5. Pengawas, pembatas, pendorong dan penekan idividu untuk berbuat baik





BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Moral, Norma dan Nilai
A.MORAL
Moral berasal dari bahasa latin yakni mores kata jamak dari mos yang berarti adat kebiasaan. Sedangkan dalam bahasa Indonesia moral diartikan dengan susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang wajar.

Antara etika dan moral memang memiliki kesamaan. Namun, ada pula berbedaannya, yakni etika lebih banyak bersifat teori, sedangkan moral lebih banyak bersifat praktis. Menurut pandangan ahli filsafat, etika memandang tingkah laku perbuatan manusia secara universal (umum), sedangkan moral secara lokal. Moral menyatakan ukuran, etika menjelaskan ukuran itu.

Namun demikian, dalam beberapa hal antara etika dan moral memiliki perbedaan. Pertama, kalau dalam pembicaraan etika, untuk menentukan nilai perbutan manusia baik atau buruk menggunakan tolak ukur akal pikiran atau rasio, sedangkan dalam pembicaran moral tolak ukur yang digunakan adalah norma-norma yang tumbuh dan berkembang dan berlangsung di masyarakat.

Istilah moral senantiasa mengaku kepada baik buruknya perbuatan manusia sebagai manusia. Inti pembicaraan tentang moral adalah menyangkut bidang kehidupan manusia dinilai dari baik buruknya perbutaannya selaku manusia. Norma moral dijadikan sebagai tolak ukur untuk menetapkan betul salahnya sikap dan tindakan manusia, baik buruknya sebagai manusia.

B. NORMA
Norma berasal dari bahasa latin yakni norma, yang berarti penyikut atau siku-siku, suatu alat perkakas yang digunakan oleh tukang kayu. Dari sinilah kita dapat mengartikan norma sebagai pedoman, ukuran, aturan atau kebiasaan. Jadi norma ialah sesuatu yang dipakai untuk mengatur sesuatu yang lain atau sebuah ukuran. Dengan norma ini orang dapat menilai kebaikan atau keburukan suatu perbuatan.

Jadi secara terminologi kiat dapat mengambil kesimpulan menjadi dua macam. Pertama, norma menunjuk suatu teknik. Kedua, norma menunjukan suatu keharusan. Kedua makna tersebut lebih kepada yang bersifat normatif. Sedangkan norma norma yang kita perlukan adalah norma yang bersifat prakatis, dimana norma yang dapat diterapkan pada perbuatan-perbuatan konkret

Dengan tidak adanya norma maka kiranya kehidupan manusia akan manjadi brutal. Pernyataan tersebut dilatar belakangi oleh keinginan manusia yang tidak ingin tingkah laku manusia bersifat senonoh. Maka dengan itu dibutuhkan sebuah norma yang lebih bersifat praktis. Memang secara bahasa norma agak bersifat normatif akan tetapi itu tidak menuntup kemungkinan pelaksanaannya harus bersifat praktis

C.  NILAI
Dalam membahas nilai ini biasanya membahas tentang pertanyaan mengenai mana yang baik dan mana yang tidak baik dan bagaimana seseorang untuk dapat berbuat baik serta tujuan yang memiliki nilai. Pembahasan mengenai nilai ini sangat berkaitan dangan pembahasasn etika. Kajian mengenai nilai dalam filsafat moral sangat bermuatan normatif dan metafisika.
Pendapat Zakiah Daradjat (1995 : 63), moral adalah :
“ kelakuan yang sesuai dengan ukuran-ukuran (nilai-nilai) masyarakat, yang timbul dari hati dan bukan paksaan dari luar ,yang disertai pula oleh rasa tanggung jawab atas kelakuan (tindakan) tersebut. Tindakan itu haruslah mendahulukan kepentingan umum dari pada keinginan umum dari pada keinginan / kepentingan pribadi.

Jika kita padukan definisi tersebut dengan ajaran Islam, maka moral adalah sangat penting dimana kejujuran, kebenaran, kaedilan dan pengabdian adalah diantara kita berdasarkan definisi tentang moral, maka definisi itu akan menunjukkan bahwa moral itu sangat penting ditumbuhkan pada setiap orang dan bangsa. Kalau moral masyarakat sudah rusak, ketentraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Untuk memelihara kelangsungan hidup secara wajar, maka perlu sekali adanya moral yang baik dan Islam memberikan system nilai dan moral yang dikehendaki oleh Allah SWT, yang harus diwujudkan dalam perilaku hamba-Nya dalam masyarakat.

HM. Arifin (1994 : 139), mendefinisikan tentang sistem nilai dan moral adalah :
“suatu keseluruhan tatanan yang berdiri dari dua atau lebih dari komponen yang satu sama lainnya saling mempengaruhi atau saling bekerja dalam satu kesatuan atau keterpaduan yang bulat berorientasi kepada nilai dan moralitas Islam”. (HM. Arifin, 1994 : 139).

Dengan adanya system nilai atau system moral yang dijadikan kerangakan acuan yang menjadi rujukan cara berpikir dan berperilaku lahiriyah dan rohaniyah manusia muslim adalah nilai dan moralitas yang diajarkan oleh agama islam sebagai wahyu Allah swt, yang diturunkan kepada utusan-Nya Muhammad saw. Diman nilai dan moralitas Islami tersebut bersifat menyeluruh, bulat dan terpadu tidak terpecah-pecah bagian satu dengan yang lainnya berdiri sendiri. Suatu kebulatan nilai dan moralitas mengandung kaidah atau pedoman yang menjadi landasan segala amal perbuatan.

Nilai-nilai dalam Islam mengandung dua kategori dilihat dari segi normative yaitu pertimangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, hak dan bathil, diridhoi dan dikutuk oleh Allah swt, sedang bila dilihat kategori pengertian yang menjadi prinsip standarisasi perilaku manusia yang mencakup :
1. Wajib dan Fardhu
Yakni bila dikerjakan mendapat pahala, dan bila ditinggalkan akan mendapat siksa atau berdosa.
2. Sunnah dan Mustajab
Yakni bila dikerjakan maupun ditinggalkan akan tidak disiksa.
3. Mubah dan Jaiz
Yaitu bila dikerjakan maupun ditinggalkan tidak akan disiksa atau berdosa.
4. Makruh
Yaitu bila dikerjakan orang tidak disiksa atau berdosa, hanya tidak disukai Allah, dan bila ditinggalkan tidak mempengaruhi pahala.

5. Haram
Yakni bila dikerjakan orang akan mendapat siksa atau berdosa, dan bila tidak dikerjakan akan mendapatkan pahala.
Sedang nilai yang mencakup dalam system nilai Islami yang merupakan komponen
adalah :
1. Sistem nilai luhur yang senada dan senafas dengan Islam
2. Sistem nilai sosial yang memiliki mekanisme gerak yang berorientasi kepada kehidupan sejahtera di dunia dan bahagia di akherat.
3. system nilai tingkah laku dari manusia yang mengandung hubungan pribadi dengan lainnya.

Perlu dijekaskan bahwa apa yang disebut nilai adalah normative, yang menentukan tingkah laku yang diinginkan bagi suatu system yang ada kaitannya dengan lingkungan sekitar. Dengan demikian system nilai Islami yang hendak dibentuk dalam pribadi anak dalam wujud keseluruhan dapat diklarifikasikan ke dalam norma-norma, misalnya norma syariat Islam, norma akhlak serta lain sebagainya.

Oleh karena pendidikan islam bertujuan pokok pada pembinaan akhlak mulia, maka siatem moral islam kan tumbuh kembangkan dalam proses kependidikan adalah norma yang berorientasi kepada nilai-nilai Islami. Dengan demikian sistem moral Islam, berpusat pada mencari ridho Allah, yakni pengendalian nafsu negative yang menggali potensi kemampuan berbuat kebajikan.
Penganut islam tidak akan terjamin dari ancaman kehancuran akhlak yang menimapa umat, kecuali apabila kita memiliki konsep nilai-nilai yang konkret yang telah disepakati islam, yaitu nilai-nilai absolut yang tegak berdiri diatas asas yang kokoh. Nilai absolut adalah tersebut adalah kebenaran dan kebaikan sebagai nilai-nilai yang akan mengantarkan kepada kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat secara individual dan sosial.
Rumusan tentang norma dan nilai menurut para tokoh pada dasarnya sama. Nilai sosial adalah suatu perbuatan atau tindakan yang oleh masyarakat dianggap baik. Nilai social dalam setiap masyarakat tidak selalu sama, karena nilai dimasyarakat tertentu dianggap baik tapi dapat dianggap tidak baik dimasyarakat lain.
·         Nilai dapat dibagai menjadi tiga bagian yaitu :
Nilai material artinya segala sesuatu yang berguna bagi manusia.
Nilai vital artinya segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan aktivitas atau kegiatan.
Nilai kerohanian artinya segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia
Nilai kerohanian ini dibagi menjadi empat macam yaitu :
nilai kebenaran/keyakinan yaitu nilai yang bersumber dari akal manusia
nilai keindahan yaitu nilai yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan atau estetika)
nilai moral/kebaikan yaitu nilai yang bersumber dari unsur kehendak /kemauan(karsa,etika)
nilai relegius yaitu nilai yang bersumber dari kekyakinan atau kepercayaan manusia, yang merupakan nilai kebutuhan kerohanian yang tinggi dan mutlak
Fungsi dari nilai social

·         Secara umum nilai social mempunyai fungsi sebagai berikut :
Nilai berfungsi sebagai petunjuk arah
Nilai berfungsi sebagai pemersatu yang dapat mengumpulkan orang banyak dalam kesatuan atau kelaompook tertentu atau masyarakat.
Nilai social berfungsi sebagai pengawasa dengan daya tekan dan pengikat tertentu
Nilai berfungsi senbagai benteng perlindungan
Nilai berfungsi sebagai alat pendorong atau motivator
Norma social adalah suatu petunjuk hidup yang berisi larangan maupun perintah.
Yang membedakan nilai dan norma adalah nilai merupakan sesuatu yang baik, diinginkan, dicita-citakan dan dipentingkan oleh masyarakat . Sedangkan norma adalah kaidah atau pedoman , aturan berperilaku untuk mewujudkan keinginan dan cita-cita tersebut , atau boleh dikatakan nilai adalah pola yang diinginkan sedangkan norma adalah pedomana atau cara-cara untuk mencapai nilai tersebut.
Menurut kekuatan yang mengikatnya, norma dibedakan menjadi empat yaitu
Cara (usage) ; cara ini menunjuk pada bentuk perbuatan . cara ini lebih tamapak menonjol dalam hubungan antar individudalam masyrakat. Pelanggaran atau penyimpangan terhadap usage tidak menimbulkan sanksi hukum yang berat tapi hanya sekedar celaan, cemohoon, sindiran, ejekan dsb.
Kebiasaan (folkways) yaitu perbuatan yang berulang-ulang dalam bentuk yang sama dan merupakan bukti bahwa orang banyak menyukai perbuatan tersebut.
Tata kelakuan (mors) yaitu kebiasaan yang diterima sebagai norma pengatur, atau pengawas secara sadar maupun tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya.
adapt-istiadat (custum) yaitu tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat. Anggota masyarakat yang melanggaradat-istiadat akan mendapat sanksi keras yang terkadang secara tidak langsung diperlukan.
Fungsi norma social dalam masyarakat.
Fungsi norma social dalam masyarakat secara umum sebagai berikut :
Norma merupakan factor perilaku dalam kelompok tertentu yang memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakan akan dinilai orang lain.
Norma merupakan aturan , pedoman, atau petunjuak hidup dengan sanksi-sanksi untuk mendorong seseorang, kelompok , dan masyarakat mencapai dan mewujudkan nilai-nilai social
Norma-norma merupaakan aturan-aturan yang tumbuh dan dan hidup dalam masyarakat sebagai unsur pengikat dan pengendali manusia dalam hidup masyarakat..
Norma Sosial
Adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat tertentu sebagai perwujudan dari nilai.Berdasarkan tingkatannya, norma dalam masyarakat dibedakan menjadi:
1. Cara (usage)
Cara merupakan suatu bentuk perbuatan tertentu, misalnya cara makan
2. Kebiasaan (folkways)
Kebiasaan merupakan bentuk perbuatan yang diulang-ulang secara sadar dan mempunyai tujuan yang jelas serta dianggap baik dan benar
3. Tata Kelakuan (Mores)
Tata kelakuakn adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Fungsi mores adalah:
- memberikan batasan pada perilaku individu
- mendorong seseorang agar sanggup menyesuaiakan tindakan dengan tata kelakuan yang berlaku
- membentuk solidaritas sekaligus memberikan perlindungan terhadap keutuhan dan kerjasama antara anggota-anggota yang bergaul dalam masyarakat
4. Adat Istiadat (Custom)
Custom adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi kuat dalam masyarakat yang memiliki custom tersebut
Macam norma sosial dibedakan sebagai berikut
1. Norma agama yaitu peraturan sosial yang sifat mutlak dan tidak bisa ditawar karena berasal dari Tuhan.
2. Norma kesusilaan yaitu peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak.
3. Norma kesopanan yaitu peraturan sosial yang mengarah pada hal-hal yang berkenaan dengan bagaimana seseorang harus bertingkah laku wajar dalam masyarakat.
4. Norma hukum yaitu aturan sosial yang dibuat oleh lembaga tertentu, mempunyai sanksi yang tegas bagi pelanggarnya.
















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dengan adanya nilai dan norma akan terciptalah kehidupan yang sejahtera,nyaman,dan terbentuklah rasa persaudaraan yang erat, namun kita harus pandai membedakan antara nilai dan norma sebagaiamana yang sudah dijelaskan diatas. Antara nilai dan norma harus seimbang agar tidak adanya kecacatan dalam menerapkannya meskipun pada keterangan diatas norma lebih berperan pentang karena norma berkaitan erat dengan tingkah laku manusia itu sendiri.
3.2 Saran
·         Kita harus menanamkan dan memperkenalkan tentang nilai dan norma sejak dini kepada anak didik kita / penerus kita agar mereka bisa menjadi penerus bangsa yang dapat memajukan bangsa Indonesia sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.
·         Dengan adanya nilai dan norma terciptalah hubungan sosial (interaksi) antara individu dengan masyarakat menjadi nyaman dan tentram.















DAFTAR PUSTAKA

•    Fakhry, Majid, Etika Dalam Islam. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1996
•    Sinaga, Hasanudin dan Zaharuddin, Pengatar Studi Akhlak, Jakarta : PT Raja Grafmdo Persada, 2004
•    Yaqub, Hamzah. Etika Islam. Bandung : CV Diponegoro, 1988
(artikel ini disadur dari persentasi pada mata kuliah akhlak tasawuf)

Rabu, 08 Mei 2013

KUMPULAN PANTUN

Darimana datangnya lintah,
dari sawah turun ke kali.
Dari mana datangnya cinta,
dari mata turun ke hati,

Ooo sayang love you...........


Dari bawah ke Batang kapas,
kapas dipetik tengah hari.
Abang di hati tak pernah lepas,
adik rindukan setiap hari.

Oolala................

By... reyza

Minggu, 05 Mei 2013

ANALISIS TRANSAKSIONAL


PENDAHULUAN
Analisis transaksional (TA) adalah merupakan teori kepribadian dan sistem yang terorganisir dari terapi interaksional. Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa disaat kita membuat keputusan berdasarkan premis premis masa lalu yang pada suatu waktu sesuai dengan kebutuhan kelangsungan hidup kita tetapi yang mungkin tidak lagi berlaku. TA menekankan aspek kognitif dan perilaku dari proses terapeutik. Dalam TA ada tiga sekolah diakui klasik, Schiffian (atau reparenting), dan redecisionaland dua sekolah tidak resmi diidentifikasi sebagai reparenting diri dan korektif orangtua. Redecisional sekolah yang telah diperoleh dalam menonjol dan merupakan fokus dari bab ini.
Tujuan dari analisis transaksional adalah otonomi, yang didefinisikan sebagai kesadaran, spontanitas, dan kapasitas untuk keintiman. Dalam mencapai otonomi orang mempunyai kapasitas untuk membuat keputusan baru (redecide), sehingga memberdayakan diri mereka sendiri dan mengubah arah hidup mereka. Sebagai bagian dari proses terapi TA, klien belajar bagaimana mengenali tiga status ego Parent, Dewasa, dan Anak di mana mereka berfungsi. Klien juga belajar bagaimana perilaku mereka saat ini sedang dipengaruhi oleh aturan-aturan yang mereka terima dan dimasukkan sebagai anak-anak dan bagaimana mereka dapat mengidentifikasi “lifescript” yang menentukan tindakan mereka. Pendekatan ini berfokus pada keputusan awal bahwa setiap orang telah dibuat, dan menekankan kemampuan klien untuk membuat keputusan-keputusan baru untuk mengubah aspek kehidupan mereka yang tidak lagi bekerja.
TA adalah terpisah dari pendekatan terapeutik paling lain dalam kontrak itu dan putusan. Kontrak, yang dikembangkan oleh klien, dengan jelas menyatakan tujuan dan arah dari proses terapeutik. Klien dalam membangun TA dan arah tujuan mereka dan menjelaskan bagaimana mereka akan berbeda saat mereka menyelesaikan kontrak mereka. Kontraktual aspek dari proses terapi cenderung menyamakan kekuatan terapis dan klien. Ini adalah tanggung jawab klien untuk memutuskan apa yang mereka akan berubah. Untuk mengubah keinginan mereka menjadi kenyataan, klien diperlukan untuk secara aktif mengubah perilaku mereka.
Latar Belakang Sejarah
Analisis transaksional awalnya dikembangkan oleh almarhum Eric Berne (1961), yang dilatih sebagai psikoanalis Freud dan psikiater. TA berevolusi dari Berne ketidakpuasan dengan lambatnya psikoanalisis dalam menyembuhkan orang-orang dari masalah mereka. Berne keberatan utama psikoanalisis adalah bahwa sudah waktunya memakan, kompleks, dan kurang dikomunikasikan kepada klien. Secara historis, TA dikembangkan sebagai perpanjangan psikoanalisis dengan konsep dan teknik khusus dirancang untuk kelompok perlakuan. Berne menemukan bahwa dengan menggunakan TA kliennya adalah membuat perubahan signifikan dalam kehidupan mereka. Sebagai teori kepribadian berevolusi, Berne berpisah dengan psikoanalisis untuk mengabdikan diri penuh waktu untuk teori dan praktek TA (Dusay, 1986).
Bern (1961) merumuskan konsep-konsep sebagian besar dari TA dengan memperhatikan apa yang dikatakan kliennya. Dia percaya anak-anak muda mengembangkan sebuah rencana pribadi untuk kehidupan mereka sebagai strategi untuk bertahan hidup fisik dan psikologis dan bahwa orang-orang yang dibentuk dari beberapa tahun pertama mereka dengan sebuah script yang mereka ikuti selama sisa hidup mereka. Dia mulai melihat keadaan ego muncul yang berkorelasi dengan pengalaman masa kecil pasiennya. Dia menyimpulkan bahwa status Ego Anak ini berbeda dari “dewasa” ego status. Kemudian ia menduga bahwa ada dua “orang dewasa” menyatakan: satu ia disebut ego Parent status, yang tampaknya menjadi sebuah salinan dari orang tua, yang lain yang merupakan bagian rasional orang, ia menamakan ego Dewasa menyatakan.
Empat fase dalam perkembangan TA telah diidentifikasi oleh Dusay dan Dusay (1989). Fase pertama (1955-1962) mulai dengan Berne ‘s identifikasi status ego (Orangtua, Dewasa, dan Anak), yang memberikan perspektif dari yang untuk menjelaskan berpikir, merasa, dan berperilaku. Dia memutuskan bahwa cara untuk mempelajari kepribadian adalah untuk mengamati di sini-dan-sekarang fenomena seperti klien suara, gerak tubuh, dan kosa kata. Kriteria diamati ini memberikan dasar untuk menyimpulkan seseorang sejarah masa lalu dan untuk memprediksi masalah masa depan. Tahap kedua (1962 – 1966) berfokus pada transaksi dan “permainan.” Masa ini merupakan masa dimana TA menjadi populer karena kosa kata lugas dan karena orang-orang bisa mengenali permainan mereka sendiri.
Pada saat ini TA untuk pertama kalinya dikenal sebagai suatu pendekatan kognitif, dengan sedikit perhatian yang diberikan terhadap emosi. Tahap ketiga (1966-1970) memberikan perhatian pada skrip lifescripts dan analisis. Sebuah internal lifescript adalah rencana yang menentukan arah kehidupan seseorang. Fase keempat (1970 sampai sekarang) dicirikan oleh penggabungan teknik-teknik baru dalam praktek TA (seperti orang-orang dari kelompok pertemuan gerakan, terapi Gestalt, dan psikodrama). TA bergerak ke arah lebih aktif dan emotif model sebagai cara untuk menyeimbangkan awal penekanan pada faktor-faktor kognitif dan wawasan (Dusay & Dusay, 1989, hal 448).
Bab ini menyoroti perluasan pendekatan Berne oleh Mary dan almarhum Robert Goulding (1979), pemimpin dari sekolah redecisional TA. The Gouldings berbeda dari pendekatan Bernian klasik dalam beberapa cara. Mereka telah digabungkan TA dengan prinsip-prinsip dan teknik-teknik terapi Gestalt, terapi keluarga, psikodrama, dan terapi perilaku.
Pendekatan yang redecisional pengalaman anggota kelompok membantu kebuntuan mereka, atau titik di mana mereka merasa terjebak. Mereka menghidupkan kembali konteks di mana mereka membuat keputusan sebelumnya, beberapa di antaranya tidak fungsional, dan mereka membuat keputusan baru yang fungsional. Redecisional terapi ini bertujuan untuk membantu orang menantang diri mereka untuk menemukan cara-cara di mana mereka menganggap diri mereka dalam peran dan victimlike untuk memimpin hidup mereka dengan memutuskan untuk diri mereka sendiri bagaimana mereka akan berubah.
KONSEP KUNCI
Pandangan mengenai Hakekat Manusia
Analisis transaksional berakar pada filsafat antideterministic. Menempatkan iman dalam kapasitas kita untuk mengatasi kebiasaan pola dan untuk memilih tujuan-tujuan baru dan perilaku. Namun, ini tidak berarti bahwa kita bebas dari pengaruh kekuatan sosial. Ia mengakui bahwa kami dipengaruhi oleh ekspektasi dan tuntutan orang lain yang signifikan, terutama karena awal kami keputusan dibuat pada suatu waktu dalam hidup ketika kita sangat tergantung pada orang lain. Kami membuat keputusan-keputusan tertentu agar dapat bertahan hidup, baik secara fisik dan psikologis, pada titik tertentu dalam kehidupan. Tapi keputusan awal ini dapat ditinjau dan menantang, dan jika mereka tidak lagi melayani kita, maka keputusan-keputusan baru dapat dibuat.
Status Ego
Status ego adalah serangkaian terkait pikiran, perasaan, dan perilaku di mana bagian dari kepribadian seorang individu dimanifestasikan pada waktu tertentu (Stewart & Joines, 1987). Semua transaksi analis bekerja dengan status-status ego, yang mencakup aspek penting dari kepribadian dan dianggap penting dan karakter pembeda dari TA terapi (Dusay, 1986). Setiap orang memiliki trio dasar Parent, Dewasa, dan Anak (PAC), dan pergeseran terus-menerus individu dari salah satu status yang lain, perilaku mewujudkan ego kongruen dengan keadaan saat ini. Salah satu definisi dari otonomi adalah kemampuan untuk bergerak dengan kelincahan dan niat melalui ego status dan beroperasi dalam satu yang paling sesuai dengan realitas situasi tertentu.
Status Ego Orang Tua mengandung nilai-nilai, moral, inti keyakinan, dan perilaku digabungkan dari figur otoritas yang signifikan, terutama orang tua. Dari luar, keadaan ego ini diungkapkan kepada orang lain dalam memelihara kritis atau perilaku. Kita masing-masing memiliki “Pemeliharaan Parent” dan “Critical Parent.” Dalam hati, itu dialami sebagai pesan orang tua tua yang terus mempengaruhi Anak batin. Ketika kita berada dalam ego Parent status, kita bereaksi terhadap situasi-situasi seperti yang kita bayangkan orang tua kita mungkin akan bereaksi, atau kita dapat bertindak terhadap orang lain seperti orang tua kita bertindak ke arah kami. Orang Tua berisi semua “keharusan” dan “oughts” dan aturan lainnya untuk hidup. Ketika kita berada dalam keadaan yang ego, kita dapat bertindak dengan cara yang sangat mirip dengan yang dimiliki orang tua kita atau orang penting lainnya dalam kehidupan awal kita. Kami dapat menggunakan beberapa dari mereka sangat frasa, dan postur tubuh kita, gerak-gerik, suara, dan perilaku yang dapat mereplikasi kami alami di orangtua kita.
Status Ego Dewasa adalah prosesor data. Ini adalah bagian dari tujuan orang, yang mengumpulkan informasi tentang apa yang sedang terjadi. Ini bukan emosional atau menghakimi, tetapi bekerja dengan fakta dan dengan realitas eksternal. The Dewasa ini tanpa gairah keyakinan, tetapi banyak masalah juga memerlukan empati dan intuisi untuk diselesaikan.
Status Ego Anak adalah keaslian dari bagian hidup kita dan yang paling alami siapa kita. Terdiri dari perasaan, impuls, dan tindakan spontan dan termasuk “rekaman” pengalaman awal. Ego Anak status dibagi menjadi Anak Alam (NC) dan Diadaptasi Anak (AC), yang keduanya memiliki aspek positif dan negatif. Aspek-aspek positif dari Anak Alam adalah spontan, pernah begitu dicintai, mencintai dan menarik bagian-bagian dari kita semua. Aspek negatif dari Anak Alam adalah menjadi impulsif untuk tingkat keselamatan kita terganggu. Aspek positif dari Diadaptasi Anak adalah bahwa kita menanggapi dengan tepat dalam situasi sosial. Aspek negatif dari melibatkan Anak overadapting Diadaptasi mana kita menyerahkan kekuasaan dan diskon kami nilai kita, nilai, dan martabat.
Klien dalam terapi TA pertama diajarkan bagaimana mengenali di mana status ego mereka berfungsi pada waktu tertentu: Pemeliharaan Parent, Critical Parent, Adult, Pemeliharaan Anak, atau Diadaptasi Anak. Tujuannya adalah untuk memungkinkan mereka untuk memutuskan secara sadar apakah status atau status bagian lain yang paling sesuai atau berguna.
Kebutuhan Strokes
Manusia harus dirangsang secara fisik, sosial, dan intelektual. Ketika kita tumbuh dan berkembang, kita perlu diakui untuk siapa kita dan apa yang kita lakukan. Hal ini perlu untuk rangsangan dan pengakuan ini disebut sebagai “stroke”; stroke adalah setiap tindakan pengakuan atau sumber rangsangan.
Sebuah premis dasar dari pendekatan TA adalah bahwa manusia harus menerima baik secara fisik dan psikologis “stroke” untuk mengembangkan rasa percaya di dunia dan dasar untuk mencintai diri mereka sendiri. Ada banyak bukti bahwa kurangnya kontak fisik dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi dan, dalam kasus ekstrim, dapat menyebabkan kematian. Psikologis stroke verbal dan nonverbal tanda-tanda penerimaan dan pengakuan juga diperlukan untuk orang-orang sebagai konfirmasi dari nilai mereka.
Strokes dapat diklasifikasikan sebagai verbal atau nonverbal, tanpa syarat (menjadi) atau bersyarat (melakukan), dan positif atau negatif. Bersyarat stroke berkata “Aku akan menyukai Anda jika dan ketika Anda cara tertentu”; mereka diterima untuk melakukan sesuatu. Stroke tanpa syarat berkata “Saya bersedia menerima Anda karena siapa Anda dan untuk menjadi siapa diri Anda, dan kami dapat menegosiasikan perbedaan-perbedaan kita.” Positif stroke berkata “Aku suka kamu,” dan mereka dapat dinyatakan dengan hangat sentuhan fisik, kata-kata menerima , penghargaan, senyum, dan ramah gerakan. Stroke ini diperlukan untuk perkembangan psikologis orang yang sehat. Stroke negatif berkata “Aku tidak suka kamu,” dan mereka juga dapat dinyatakan baik secara verbal dan nonverbal. Menariknya, stroke negatif dianggap lebih baik daripada tidak ada stroke pada segala yang ada, untuk diabaikan.
Teori TA memperhatikan bagaimana orang-orang struktur waktu mereka untuk mendapatkan stroke. Ini juga terlihat pada rencana hidup individu untuk menentukan jenis stroke mereka berdua mendapatkan dan memberikan. Menurut TA, itu behooves kita untuk menjadi sadar akan stroke kita bertahan hidup, the strokes bahwa kami berdua meminta dan menerima, dan stroke yang kita berikan kepada orang lain.
Perintah dan Counterinjunctions
The Gouldings ‘redecision kerja didasarkan pada konsep-konsep TA perintah dan keputusan-keputusan awal (M. Goulding, 1987). Kalau orangtua senang dengan perilaku anak, pesan-pesan yang diberikan sering lebih bersifat menizinkan. Namun, ketika orangtua merasa terancam oleh perilaku anak, pesan-pesan yang sering diungkapkan cenderung berbentuk perintah, yang dikeluarkan dari orangtua ‘Anak ego status. Seperti pesan-ekspresi kekecewaan, frustrasi, kecemasan, dan ketidakbahagiaan-menetapkan “tidak boleh dilakukan” oleh anak-anak yang belajar untuk hidup. Keluar dari penderitaan mereka sendiri, orang tua dapat mengeluarkan pendek ini, tapi daftar besar perintah umum: “Jangan.” “Jangan.” “Jangan dekat.” “Jangan terpisah dari saya.” “Jangan seks Anda.” “Jangan mau.” “Tidak perlu.” “Jangan berpikir.” “Jangan merasa.” “Jangan tumbuh dewasa.” “Don ‘ t menjadi seorang anak. “” Jangan berhasil. “” Jangan kau. “” Jangan waras. “” Jangan baik. “” Jangan milik “(M. Goulding, 1987; Goulding & Goulding, 1979). Pesan-pesan ini sebagian besar diberikan tanpa kata-kata dan pada tingkat psikologis antara kelahiran dan 7 tahun.
Kalau orangtua mengamati anak laki-laki atau perempuan mereka tidak berhasil, atau tidak nyaman dengan siapa mereka, mereka berusaha untuk “counter” efek dari pesan sebelumnya dengan counterinjunctions. Pesan ini datang dari orang tua ‘ego Parent status dan diberikan pada tingkat sosial. Mereka menyampaikan “keharusan,” “oughts,” dan “dos” harapan orang tua. Contoh counterinjunctions adalah “Jadilah sempurna.” “Coba keras.” “Cepat.” “Jadilah kuat.” “Tolong aku.” Masalahnya dengan counterinjunctions ini adalah bahwa tak peduli berapa banyak kita mencoba untuk menyenangkan kita merasa seolah-olah kita masih tidak melakukan cukup atau tidak cukup. Hal ini menunjukkan aturan bahwa pesan-pesan yang diberikan pada tingkat psikologis jauh lebih kuat dan bertahan lama daripada yang diberikan pada tingkat sosial.
Perintah ini tidak hanya ditanam di kepala kita sementara kita duduk dengan pasif. Menurut Maria Goulding (1987), baik anak-anak memutuskan untuk menerima pesan orang tua atau untuk melawan mereka. Dengan membuat keputusan dalam menanggapi perintah nyata atau khayalan, kami menganggap beberapa tanggung jawab untuk mengindoktrinasi diri kita sendiri. Klien dalam terapi TA mengeksplorasi “keharusan” dan “shouldn’ts,” the “dos” dan “tidak boleh dilakukan” oleh yang mereka telah dilatih untuk hidup, dan bagaimana mereka memungkinkan mereka untuk beroperasi dalam hidup mereka. Langkah pertama dalam membebaskan diri dari perilaku yang sering didikte oleh irasional dan umumnya tidak kritis menerima pesan dari orang tua adalah kesadaran akan perintah-perintah spesifik dan counterinjunctions bahwa seseorang telah diterima sebagai seorang anak. Setelah klien telah mengidentifikasi dan menjadi sadar akan diinternalisasikan ini “keharusan,” “oughts,” “dos,” “tidak boleh dilakukan,” dan “musts,” mereka berada dalam posisi yang lebih baik untuk secara kritis memeriksa mereka untuk menentukan apakah mereka bersedia terus hidup oleh mereka.
Keputusan dan Redecisions
Analisis transaksional menekankan kemampuan kita untuk menyadari keputusan yang mengatur perilaku kita dan kemampuan untuk membuat keputusan baru yang akan menguntungkan mengubah arah hidup kita. Bagian ini membahas keputusan yang dibuat sebagai respons terhadap perintah orang tua dan kontra-perintah dan menjelaskan proses redecisional.
Daftar berikut, berdasarkan Gouldings karya (1978, 1979), termasuk perintah umum, dan beberapa kemungkinan keputusan yang dapat dibuat sebagai tanggapan terhadap mereka.
  1. ‘Jangan melakukan kesalahan.’ Anak-anak yang mendengar dan menerima pesan ini sering takut mengambil risiko yang dapat membuat mereka terlihat bodoh. Mereka cenderung menyamakan membuat kesalahan dengan menjadi kegagalan. * Kemungkinan keputusan: ‘Aku takut untuk membuat keputusan yang salah, jadi aku hanya tidak akan memutuskan.’ ‘Karena aku membuat pilihan yang bodoh, aku tidak akan memutuskan sesuatu yang penting lagi!’ ‘Sebaiknya aku menjadi sempurna jika aku berharap untuk dapat diterima.’
  2. “Jangan.” Pesan mematikan ini sering diberikan tanpa kata-kata dengan cara orangtua terus (atau tidak ditahan) anak. Pesan dasar “Aku berharap kau tidak dilahirkan.” * Kemungkinan keputusan: “Aku akan terus mencoba sampai aku mendapatkan kau mencintaiku.”
  3. “Jangan dekat.” Terkait dengan perintah ini adalah pesan “Jangan percaya” dan “Jangan cinta.” * Kemungkinan keputusan: “Aku membiarkan diriku cinta sekali, dan itu menjadi bumerang. Jangan pernah lagi! “” Karena hal itu menakutkan untuk mendapatkan dekat, aku akan tetap sendiri jauh. “
  4. “Jangan menjadi penting.” Jika Anda terus-menerus diskon ketika Anda berbicara, Anda cenderung percaya bahwa Anda tidak penting. * Kemungkinan keputusan: “Jika, secara kebetulan, aku pernah lakukan menjadi penting, aku akan mengecilkan prestasi saya.”
  5. “Jangan anak.” Pesan ini mengatakan: “Selalu bertindak dewasa!” “Jangan kekanak-kanakan.” “Tetaplah kontrol diri.” * Kemungkinan keputusan: “Aku akan mengurus orang lain dan tidak akan meminta banyak diriku sendiri.” “Aku tidak akan membiarkan diriku bersenang-senang.”
  6. “Jangan tumbuh.” Pesan ini diberikan oleh ketakutan orangtua yang enggan anak dari tumbuh dewasa dalam banyak cara. * Kemungkinan keputusan: “Aku akan tinggal seorang anak, dan dengan cara itu aku akan mendapatkan orang tua saya untuk menyetujui saya.” “Aku tidak akan seksual, dan cara itu ayahku tidak akan mendorong aku pergi.”
  7. “Jangan berhasil.” Jika anak-anak secara positif diperkuat untuk gagal, mereka dapat menerima pesan bukan untuk mencari kesuksesan. * Kemungkinan keputusan: “Aku tidak akan pernah melakukan apa pun yang cukup sempurna, jadi kenapa coba?” “Aku akan berhasil, tidak peduli apa yang diperlukan.” “Kalau aku tidak berhasil, maka saya akan tidak harus tinggal sampai dengan harapan yang tinggi lainnya telah dari saya.”
  8. “Jangan kau.” Ini menyarankan untuk melibatkan anak-anak bahwa mereka adalah salah seks, bentuk, ukuran, warna, atau memiliki ide atau perasaan yang tidak dapat diterima kepada sosok orang tua. * Kemungkinan keputusan: “Mereka akan mencintai saya hanya jika aku seorang anak laki-laki (perempuan), sehingga tidak mungkin untuk mendapatkan cinta mereka.” “Aku akan berpura-pura I’ma anak laki-laki (perempuan).”
  9. “Jangan waras” dan “Jangan terlihat sehat.” Sebagian anak-anak mendapat perhatian hanya ketika mereka secara fisik sakit atau bertindak gila. * Kemungkinan keputusan: “Aku akan sakit, dan kemudian aku akan termasuk.” “Saya gila.”
10.  “Jangan milik.” Perintah ini dapat menunjukkan bahwa keluarga merasa bahwa anak tidak
milik di mana saja. * Kemungkinan keputusan: “Aku akan menjadi seorang penyendiri selamanya.” “Aku tidak akan pernah punya tempat.” Apa pun perintah orang-orang yang telah menerima, dan apa pun yang dihasilkan keputusan-keputusan hidup, analisis transaksional berpendapat bahwa orang dapat membuat hidup substantif perubahan dengan mengubah keputusan mereka-oleh redeciding pada saat itu. Sebuah asumsi dasar TA adalah bahwa apa pun yang telah dipelajari dapat relearned.
Sebagai bagian dari proses terapi TA, klien sering didorong untuk kembali ke masa kanak-kanak adegan di mana mereka tiba pada keputusan yang membatasi diri. Terapis dapat memfasilitasi proses ini dengan salah satu intervensi berikut: “Ketika Anda berbicara, berapa lama yang Anda rasakan?” “Apakah apa yang Anda katakan mengingatkan Anda tentang sewaktu-waktu ketika Anda masih kecil?” “Apa gambar yang datang ke pikiran Anda sekarang? “” Bisakah Anda membesar-besarkan bahwa kerutan di wajah Anda? Apa perasaan Anda? Adegan apa yang muncul dalam pikiran saat Anda mengalami kening berkerut Anda? “
Mary Goulding (1987) mengatakan bahwa ada banyak cara untuk membantu klien untuk kembali ke beberapa titik kritis dalam masa kanak-kanak. “Begitu di sana,” ia menambahkan, “reexperiences klien adegan, dan kemudian dia menghidupkan kembali dalam fantasi dalam beberapa cara baru yang memungkinkan dirinya untuk menolak keputusan lama” (hal. 288). Setelah klien mengalami berada di redecision dari adegan tua, desain eksperimen mereka sehingga mereka dapat mempraktekkan perilaku baru untuk memperkuat redecision mereka baik dalam dan keluar dari kantor terapi.
Dengan masing-masing dari sepuluh perintah-perintah dasar yang telah diuraikan sebelumnya (dan beberapa kemungkinan keputusan yang mengalir dari mereka), ada banyak kemungkinan untuk keputusan-keputusan baru. Dalam setiap kasus terapis memilih adegan awal yang sesuai dengan perintah klien / pola keputusan, sehingga adegan akan membantu klien ini membuat redecision tertentu. Misalnya, adegan Brenda menghidupkan kembali bersama orang tuanya ketika dia membelai positif atas kegagalan atau sedang negatif membelai untuk berhasil. Itu rupanya pada saat-saat bahwa dia menerima perintah “Jangan sukses.” Terapis nya tantangan nya untuk memeriksa apakah keputusan, yang mungkin telah fungsional atau bahkan perlu di masa lalu, saat ini tepat. Dia mungkin redecide bahwa “Aku akan membuat itu, dan aku berhasil, meskipun itu bukan apa yang Anda inginkan dari aku.” Contoh lain adalah Jason, yang akhirnya melihat bahwa ia menanggapi perintah ayahnya “Jangan tumbuh” dengan memutuskan tetap tak berdaya dan belum dewasa. Dia ingat belajar bahwa ketika ia independen ayahnya berteriak kepadanya dan, ketika ia tak berdaya, ia diberi perhatian ayahnya. Karena ia ingin persetujuan ayahnya, Jason memutuskan, “Aku akan tetap menjadi seorang anak selama-lamanya.” Selama sesi terapi, Jason kembali ke masa kanak-kanak adegan di mana ia membelai untuk ketidakberdayaan, dan dia berbicara kepada ayahnya sekarang berada dalam cara yang dia tidak pernah melakukan seperti seorang anak: “Ayah, walaupun aku masih ingin persetujuan Anda, saya tidak perlu itu ada. Penerimaan Anda tidak sebanding dengan harga aku harus membayar. Aku mampu memutuskan untuk diri sendiri dan berdiri di kedua kakiku sendiri. Aku akan menjadi orang yang saya inginkan, bukan anak itu yang kau ingin aku berada.”
Dalam hal ini bekerja redecision Brenda dan Jason masukkan fantasi masa lalu dan menciptakan adegan-adegan di mana mereka dapat dengan aman menyerah tua dan saat ini tidak sesuai keputusan awal, karena keduanya dipersenjatai dengan pemahaman di masa sekarang yang memungkinkan mereka untuk menghidupkan kembali pemandangan dengan cara yang baru. Proses redecision adalah awal dan bukan akhir. The Gouldings (1979) percaya bahwa adalah mungkin untuk memberikan akhir baru ke adegan di mana keputusan dibuat asli-akhir baru yang sering menghasilkan sebuah awal baru yang memungkinkan klien untuk berpikir, merasa, dan bertindak dalam cara-cara direvitalisasi. Setelah klien mengalami fantasi redecision melalui kerja, mereka dan eksperimen desain terapis mereka sehingga mereka dapat mempraktekkan perilaku baru untuk memperkuat keputusan mereka. The Gouldings mempertahankan bahwa klien dapat menemukan kemampuan untuk mandiri dan untuk mengalami rasa kebebasan, semangat, dan energi.
Games
Sebuah transaksi, yang dianggap sebagai unit dasar komunikasi, terdiri dari stroke pertukaran antara dua atau lebih banyak orang. Sebuah permainan adalah serangkaian berkelanjutan transaksi yang berakhir dengan hasil negatif diminta oleh skrip yang mengakhiri permainan dan kemajuan suatu cara untuk merasa buruk. Sesuai dengan sifatnya, permainan yang dirancang untuk mencegah keintiman. Permainan terdiri dari tiga elemen dasar: serangkaian transaksi yang saling melengkapi di permukaan tampak masuk akal; sebuah transaksi yang tersembunyi adalah agenda tersembunyi dan hasil negatif yang mengakhiri permainan dan merupakan tujuan sesungguhnya dari permainan.
Bern (1964) menggambarkan sebuah antologi permainan yang berasal dari tiga posisi: penganiaya, penyelamat, dan korban. Misalnya, orang yang telah memutuskan mereka tidak berdaya mungkin memainkan beberapa versi dari “Poor Me” atau “Kick Me.” Mahasiswa “kehilangan” atau “lupa” mengerjakan PR untuk kedua kalinya minggu ini dan membuat pengumuman secara terbuka di kelas. Guru marah, dan mahasiswa yang mengambil hasil dan mendapatkan perhatian dibayar dalam proses. Orang-orang yang merasa lebih unggul mungkin baik menganiaya atau penyelamatan. Para penganiaya memainkan beberapa bentuk “Baik” atau “Treatment” (mencari-cari kesalahan), sedangkan penyelamat memainkan beberapa bentuk “Saya hanya berusaha membantu Anda.” Bern menggambarkan berbagai permainan umum, termasuk “Ya, tetapi , “” Kick me, “” lelah, “” Kalau bukan karena Anda, “” Martyr, “” Bukankah itu mengerikan, “” Aku hanya berusaha membantu Anda, “” keributan, “dan” Lihat apa yang membuat saya lakukan! “Permainan selalu memiliki beberapa hasil (atau kalau tidak mereka tidak akan diabadikan), dan satu hadiah umum adalah dukungan untuk keputusan yang dijelaskan dalam bagian sebelumnya. Misalnya, orang yang telah memutuskan bahwa mereka tidak berdaya mungkin memainkan “Ya, tetapi” permainan. Mereka meminta orang lain untuk bantuan dan kemudian menyambut saran dengan daftar alasan mengapa saran tidak akan bekerja; demikian, mereka merasa bebas untuk berpegang teguh pada ketidakberdayaan mereka. Pecandu dari “Kick me” permainan sering orang-orang yang telah memutuskan untuk ditolak; mereka menetapkan diri untuk dianiaya oleh orang lain sehingga mereka dapat memainkan peran sebagai korban yang tidak ada yang suka.
Dengan terlibat dalam bermain game, orang-orang menerima stroke dan juga memelihara dan mempertahankan keputusan awal mereka. Mereka menemukan bukti untuk mendukung pandangan mereka tentang dunia, dan mereka mengumpulkan perasaan buruk. Ini perasaan yang tidak menyenangkan orang mengalami setelah permainan yang dikenal sebagai raket. Sebuah raket yang akrab perasaan emosi yang dipelajari dan didorong di masa kanak-kanak dan berpengalaman dalam berbagai situasi stres, tetapi sebagai orang dewasa maladaptive sarana pemecahan masalah (Stewart & Joines, 1987). Raket punya banyak kualitas yang sama seperti perasaan orang-orang itu sebagai anak-anak. Raket ini dipelihara dengan benar-benar memilih situasi yang akan mendukung mereka. Oleh karena itu, orang-orang yang biasanya merasa tertekan, marah, atau bosan dapat secara aktif mengumpulkan perasaan ini dan memberi makan mereka ke dalam perasaan lama pola-pola yang sering mengakibatkan stereotip cara berperilaku. Mereka juga memilih permainan mereka akan bermain untuk mempertahankan raket mereka. Ketika orang-orang “merasa buruk,” mereka sering mendapat simpati dari orang lain atau mengendalikan orang lain dengan suasana hati buruk mereka.
Dalam terapi, klien TA diajarkan untuk membuat hubungan antara permainan mereka bermain sebagai anak-anak dan orang-orang yang bermain sekarang-misalnya, bagaimana mereka berusaha untuk mendapatkan perhatian di masa lalu dan bagaimana upaya-upaya masa lalu itu berhubungan dengan permainan mereka bermain sekarang untuk mendapatkan mengelus. Tujuannya di sini adalah untuk menawarkan kesempatan klien untuk menurunkan permainan tertentu demi menjawab jujur-kesempatan yang dapat menyebabkan mereka menemukan cara untuk mengubah stroke negatif dan belajar bagaimana memberi dan menerima stroke positif.
Dasar Psikologis Hidup Posisi dan Lifescripts
Keputusan mengenai diri sendiri, satu dunia, dan hubungan seseorang kepada orang lain yang mengkristal selama 5 tahun pertama kehidupan. Putusan tersebut adalah dasar bagi perumusan posisi hidup, yang berkembang menjadi peranan dari lifescript. Umumnya, sekali seseorang telah memutuskan pada posisi hidup, ada kecenderungan untuk itu tetap tetap kecuali ada intervensi, seperti terapi, untuk mengubah keputusan yang mendasarinya. Permainan ini sering digunakan untuk mendukung kehidupan dan mempertahankan posisi dan bermain keluar lifescripts. Orang-orang mencari keamanan dengan mempertahankan bahwa yang akrab, meskipun akrab mungkin sangat tidak menyenangkan. Seperti yang telah kita lihat sebelumnya, permainan seperti “Kick me” mungkin menyenangkan, tetapi mereka memiliki keutamaan yang memungkinkan pemain untuk mempertahankan posisi yang akrab dalam kehidupan, meskipun posisi ini adalah negatif.
Analisis transaksional mengidentifikasi empat kehidupan dasar posisi, yang semuanya didasarkan pada keputusan yang dibuat sebagai akibat dari pengalaman masa kanak-kanak, dan semua yang menentukan bagaimana orang-orang merasa tentang diri mereka sendiri dan bagaimana mereka berhubungan dengan orang lain:
  1. Aku kau OK-OK.
  2. Aku baik-baik-kau tidak OK.
  3. Aku tidak OK-kau OK.
  4. Aku tidak apa-apa-kau tidak OK.
I I’m OK-OK kau umumnya permainan posisi bebas. Ini adalah keyakinan bahwa orang mempunyai nilai dasar, nilai, dan martabat sebagai manusia. Bahwa orang-orang OK adalah pernyataan dari esensi mereka, belum tentu perilaku mereka. Posisi ini dicirikan oleh sikap kepercayaan dan keterbukaan, kesediaan untuk memberi dan menerima, dan penerimaan orang lain seperti mereka. Orang-orang dekat dengan diri mereka sendiri dan orang lain. Ada pecundang, hanya pemenang.
Aku baik-baik-kau tidak OK adalah posisi orang yang proyek masalah-masalah mereka ke orang lain dan menyalahkan mereka, meletakkannya, dan mengkritik mereka. Permainan yang memperkuat posisi ini melibatkan sok superior (yang “Aku baik-baik”) yang proyek marah, jijik, dan cemoohan ke rendah yang ditunjuk, atau kambing hitam (yang “Kau tidak OK”). Posisi ini adalah bahwa orang yang membutuhkan tertindas untuk mempertahankan atau rasa “OKness.”
Aku tidak OK-OK kau dikenal sebagai posisi dan depresi ditandai oleh perasaan tidak berdaya dibandingkan dengan orang lain. Biasanya orang-orang seperti melayani kebutuhan orang lain, bukan mereka sendiri dan umumnya merasa menjadi korban. Games mendukung posisi ini termasuk “Kick saya” dan “Martyr”-permainan yang mendukung kekuatan orang lain dan menyangkal orang itu sendiri.
Yang aku tidak OK-OK kuadran kau tidak dikenal sebagai posisi kesia-siaan dan frustrasi. Operasi dari tempat ini, orang-orang telah kehilangan minat dalam hidup dan dapat melihat kehidupan sebagai benar-benar tanpa janji. Ini sikap yang merusak diri adalah karakteristik dari orang-orang yang tidak mampu mengatasi di dunia nyata, dan hal itu dapat mengakibatkan penarikan ekstrim, kembali ke perilaku kekanak-kanakan, atau perilaku kekerasan yang mengakibatkan cedera atau kematian diri sendiri atau orang lain.
Pada kenyataannya masing-masing dari kita memiliki posisi favorit kami beroperasi dari bawah stres. Tantangannya adalah untuk menjadi sadar betapa kita berusaha untuk membuat kehidupan nyata melalui kehidupan dasar eksistensial kita posisi dan menciptakan sebuah alternatif. Terkait dengan konsep dasar posisi psikologis adalah lifescript, atau rencana untuk kehidupan. Lifescript pribadi adalah rencana kehidupan bawah sadar yang dibuat di masa kanak-kanak, diperkuat oleh orang tua, “dibenarkan” oleh peristiwa berikutnya, dan mencapai puncaknya pada alternatif yang dipilih (Stewart & Joines, 1987). Script ini, sebagaimana telah kita lihat, yang dikembangkan pada awal hidup sebagai hasil dari ajaran orangtua (seperti perintah dan counterinjunctions) dan keputusan awal yang kita buat. Di antara keputusan tersebut adalah memilih posisi psikologis dasar, atau peran dramatis, bahwa kita bermain di lifescript kami. Memang, lifescripts dapat dibandingkan dengan produksi panggung yang dramatis, dengan tokoh karakter, plot, adegan, dialog, dan berbagai latihan. Pada intinya, lifescript adalah cetak biru yang mengatakan orang-orang di mana mereka akan pergi dalam hidup dan apa yang akan mereka lakukan ketika mereka tiba.
Menurut Berne (1972), melalui interaksi awal dengan orang tua dan orang lain kita menerima pola stroke yang mungkin baik mendukung atau meremehkan. Berdasarkan pola membelai ini, kita membuat keputusan eksistensial dasar tentang diri kita sendiri yaitu, kita asumsikan satu dari empat posisi kehidupan yang baru saja dijelaskan. Keputusan eksistensial ini kemudian diperkuat oleh pesan (baik verbal dan nonverbal) yang kita terus terima selama hidup kita. Hal ini juga diperkuat dengan hasil permainan kami, raket, dan interpretasi peristiwa. Selama masa kanak-kanak kami tahun kami juga membuat keputusan apakah orang-orang yang dapat dipercaya.
Sistem keyakinan dasar kita demikian dibentuk melalui proses ini memutuskan tentang diri sendiri dan orang lain. Jika kita berharap untuk mengubah kehidupan saja yang kita bepergian, itu akan membantu untuk memahami komponen dari naskah ini, yang untuk sebagian besar menentukan pola kita berpikir, merasa, dan berperilaku.
Melalui sebuah proses yang dikenal sebagai analisis naskah, klien dapat menjadi sadar betapa mereka peroleh lifescript mereka dan mampu melihat lebih jelas peran hidup mereka (dasar kehidupan psikologis posisi). Analisis script membantu klien melihat cara-cara di mana mereka merasa terdorong untuk bermain lifescript mereka dan menawarkan alternatif pilihan hidup mereka. Tempatkan dengan cara lain, proses terapeutik klien mengurangi dorongan untuk bermain game yang membenarkan perilaku yang diperlukan dalam naskah kehidupan mereka.
Analisis script menunjukkan proses dengan mana orang-orang mendapatkan script dan strategi yang mereka gunakan untuk membenarkan tindakan mereka berdasarkan hal itu. Tujuannya adalah untuk membantu klien membuka kemungkinan untuk membuat perubahan dalam pemrograman awal. Klien diminta untuk mengingat kisah-kisah favorit mereka sebagai anak-anak, untuk menentukan bagaimana mereka masuk ke dalam cerita-cerita atau dongeng, dan untuk melihat bagaimana kisah-kisah ini sesuai dengan pengalaman hidup mereka saat ini.
Steiner (1967) mengembangkan sebuah lifescript kuesioner yang dapat digunakan sebagai katalis untuk analisis naskah dalam sesi terapi untuk membantu klien mengeksplorasi komponen signifikan-lifescript mereka di antara mereka, hidup posisi dan permainan. Dalam menyelesaikan daftar periksa script ini, klien menyediakan informasi dasar seperti arah hidup mereka, model-model dalam hidup mereka, sifat perintah mereka, maka hadiah yang mereka cari, dan berakhir tragis mereka harapkan dari kehidupan.
Analisis lifescript individu didasarkan pada drama-nya keluarga asli. Sebagai hasil mengeksplorasi apa yang mereka pelajari berdasarkan lifescript mereka, klien belajar tentang perintah-perintah mereka diterima secara tidak kritis sebagai anak-anak, keputusan mereka dibuat sebagai tanggapan terhadap pesan ini, dan permainan dan raket sekarang mereka terapkan untuk menjaga keputusan awal ini hidup. Dengan menjadi bagian dari proses penemuan diri, klien meningkatkan kesempatan untuk datang ke pemahaman yang lebih dalam belum selesai mereka sendiri bisnis psikologis, dan di samping itu, mereka memperoleh kemampuan untuk mengambil beberapa langkah-langkah awal untuk keluar dari pola-pola merugikan diri sendiri.
oleh : Gerald Corey Edisi Kedelapan (2009)